Monday, October 14, 2013

FORECASTING (PERAMALAN) DALAM MANAJEMEN OPERASI



PENGERTIAN
Peramalan (forecasting) adalah seni dan ilmu untuk memperkirakan kejadian dimasa depan. Hal ini dapat dilakukan dengan melibatkan pengambilan data masa lalu dan menempatkannya kemasa yang akan datang dengan suatu bentuk model matematis.
Peramalan merupakan aktivitas fungsi bisnis yang memperkirakan penjualan dan penggunaan produk sehingga produk-produk itu dapat dibuat dalam kuantitas yang tepat. Peramalan merupakan dugaan terhadap permintaan yang akan datang berdasarkan pada beberapa variabel peramal, sering berdasarkan data deret waktu historis. Peramalan menggunakan teknik-teknik peramalan yang bersifat formal maupun informal (Gaspersz, 1998).
Kegiatan peramalan merupakan bagian integral dari pengambilan keputusan manajemen. Peramalan mengurangi ketergantungan pada hal-hal yang belum pasti (intuitif). Peramalan memiliki sifat saling ketergantungan antar divisi atau bagian. Kesalahan dalam proyeksi penjualan akan mempengaruhi pada ramalan anggaran, pengeluaran operasi, arus kas, persediaan, dan sebagainya. Dua hal pokok yang harus diperhatikan dalam proses peramalan yang akurat dan bermanfaat (Makridakis, 1999):
1.         Pengumpulan data yang relevan berupa informasi yang dapat menghasilkan peramalan yang akurat.
2.         Pemilihan teknik peramalan yang tepat yang akan memanfaatkan informasi data yang diperoleh semaksimal mungkin.
Peramalan biasanya diklasifikasikan berdasarkan horizon waktu masa depan yang dicakupnya. Horison waktu teragi atas beberapa kategori :
1.      Peramalan jangka pendek, peramalan ini mencakup jangka waktu hingga 1 tahun tetapi umumnya kurang dari  bulan. Peramalan ini dugunakan untuk merencanakan pembelian, penjadwalan kerja, penugasan kerja dan tingkat produksi.
2.      Peramalan jangka menengah, umumnya mencakup hitungan bulanan hingga  3 tahun. Peramalan ini berguna untuk merencanakan penjualan, perencanaan dan anggaran produksi, anggaran kas, dan menganalisis bermacam-macam rencana operasi.
3.      Peramalan jangka panjang, umumnya untuk perencanan masa  3 tahun atau lebih. Peramalan jangka panjang digunakan untuk merencanakan produk baru, pembelanjaan modal, lokasi atau pengembangan fasilitas, serta penelitian dan pengembangan.
Faktor lain yang harus dipertimbangkan saat membuat ramalan penjualan, terutama peramalan penjualan jangka panjang adalah siklus hidup produk. Penjualan produk dan bahkan jasa, tidak terjadi pada tingkat yang konstan sepanjang hidupnya. Hamper semua produk yang eerhasil melalui empat tahapan : (1) perkenalan, (2) pertumbuhan, (3) kematangan dan (4) penurunan.

JENIS PERAMALAN
Organisasi pada umumnya menggunakan tiga tipe peramalan yang utama dalam perencanaan operasi di masa depan :
1.                  Peramalan Ekonomi (economic forecast) menjelaskan siklus bisnis dengan memprediksi tingkat inflasi, ketersediaan uang, dana yang dibutuhkan untuk membangun perumahan dan indicator perencanaan lainnya.
2.     Peramalan Terknologi (technological forecast) memperhatikan tingkat kemajuan teknologi yang dapat meluncurkan produk baru yang menarik, yang membutuhkan pabrik dan peralatan baru.
3.     Peramalan Permintaan (demand forecast) adalah proyeksi permintaan untuk produk atau layanan suatu perusahaan. Peramalan ini disebut juga peramalan penjualan, yang mengendalikan produksi, kapasitas, serta sistem penjadwalan dan menjadi input bagi perencanaan keuangan, pemasaran dan sumber daya manusia.

PENDEKATAN PERAMALAN
Terdapat  dua pendekatan umum peramalan, sebagaimana ada dua cara mengatasi semua model keputusan. Yang pertama adalah analisis kuantitatif dan yang kedua adalah analisis kualitatif.
1.    Peramalan Kuantitatif (quantitative forecast)
        Peramalan ang menggunakan satu atau lebih model matematis dengan data masa lalu dan variabel sebab akibat untuk meramalkan permintaan.
2.     Peramalan Subjekti atau kualitatif (qualitative forecast)
        Peramaln yang  menggabungkan faktor-faktor seperti intuisi pengambil keputusan, emosi, pengalaman pribadi dan sistem nilai. Beberapa perusahaan menggunakan satu pendekatn dan perusahaan lain menggunakan pendkatan yang lain. Pada kenyataannya, kombinasi dari keduanya merupakan yang paling efektif.
Langkah – langkah untuk melakukan suatu peramalan.
1. Menentukan tujuan dari peramalan.
2. Pemilihan teori yang relevan.
3. Pengumpulan data.
4. Analisis data.
5. Estimasi dari model sementara.
6. Evaluasi model sementara dan merevisi model.
7. Penyajian ramalan sementara kepada manajemen.
8. Pembuatan revisi final.
9. Pendistribusian hasil peramalan.
10. Penentuan langkah – langkah pemantuan.
Metode Peramalan
Pengertian metode peramalan, yaitu suatu cara atau tekhnik dalam memperkirakan kejadian – kejadian pada masa yang akan datang.
Kegunaan dari metode peramalan adalah membantu dalam mengadakan pendekatan analisa terhadap pola data pada masa yang lalu.
Model kuantitatif intrinsik sering disebut sebagai model-model deret waktu (Time Series model). Model deret waktu yang populer dan umum diterapkan dalam peramalan permintaan adalah rata-rata bergerak (Moving Averages), pemulusan eksponensial (Exponential Smoothing), dan proyeksi kecenderungan (Trend Projection). Model kuantitatif ekstrinsik sering disebut juga sebagai model kausal, dan yang umum digunakan adalah model regresi (Regression Causal model) (Gaspersz, 1998).
1. Weight Moving Averages (WMA)
        Model rata-rata bergerak menggunakan sejumlah data aktual permintaan yang baru untuk membangkitkan nilai ramalan untuk permintaan di masa yang akan datang. metode rata-rata bergerak akan efektif diterapkan apabila permintaan pasar terhadap produk diasumsikan stabil sepanjang waktu. Metode rata-rata bergerak terdapat dua jenis, rata-rata bergerak tidak berbobot (Unweight Moving Averages) dan rata-rata bobot bergerak (Weight Moving Averages). Model rata-rata bobot bergerak lebih responsif terhadap perubahan karena data dari periode yang baru biasanya diberi bobot lebih besar. Rumus rata-rata bobot bergerak yaitu sebagai berikut.
http://fariedpradhana.files.wordpress.com/2012/06/wma.jpg?w=627
2. Single Exponential Smoothing (SES)
Pola data yang tidak stabil atau perubahannya besar dan bergejolak umumnya menggunakan model pemulusan eksponensial (Exponential Smoothing Models). Metode Single Exponential Smoothing lebih cocok digunakan untuk meramalkan hal-hal yang fluktuasinya secara acak (tidak teratur). Peramalan menggunakan model pemulusan eksponensial rumusnya adalah sebagai berikut.
http://fariedpradhana.files.wordpress.com/2012/06/ses.jpg?w=627
Permasalahan umum yang dihadapi apabila menggunakan model pemulusan eksponensial adalah memilih konstanta pemulusan (α) yang diperirakan tepat. Nilai konstanta pemulusan dipilih di antara 0 dan 1 karena berlaku 0 < α < 1. Apabila pola historis dari data aktual permintaan sangat bergejolak atau tidak stabil dari waktu ke waktu, nilai α yang dipilih adalah yang mendekati 1. Pola historis dari data aktual permintaan tidak berfluktuasi atau relatif stabil dari waktu ke waktu, α yang dipilih adalah yang nilainya mendekati nol (Gaspersz, 1998).
3. Regresi Linier
Model analisis Regresi Linier adalah suatu metode populer untuk berbagai macam permasalahan. Menurut Harding (1974) dua variabel yang digunakan, variabel x dan variabel y, diasumsikan memiliki kaitan satu sama lain dan bersifat linier. Rumus perhitungan Regresi Linier yaitu sebagai berikut.
http://fariedpradhana.files.wordpress.com/2012/06/rl-11.jpg?w=627http://fariedpradhana.files.wordpress.com/2012/06/rl-21.jpg?w=627http://fariedpradhana.files.wordpress.com/2012/06/rl-31.jpg?w=627http://fariedpradhana.files.wordpress.com/2012/06/rl-41.jpg?w=627http://fariedpradhana.files.wordpress.com/2012/06/rl-51.jpg?w=627Keterangan:
Y = hasil peramalan
n = periode
a = perpotongan dengan sumbu tegak
b = menyatakan slope atau kemiringan garis regresi
* Metode Sebab Akibat ( Causal Methods / Korelasi ).
Dibagi menjadi.
- Metode regresi dan korelasi.
- Model ekonometri.
- Model input output atau lebih dikenal sebagai sederhana dua berganda.

Untuk menentukan metode mana yang akan dipakai untuk melakukan peramalan ada 6 faktor utama yang harus di ketahui untuk mengidentifikasikan tekhnik dan metode peramalan yaitu
1. Horizon waktu.
2. Pola dari data.
3. Jenis dari model.
4. Biaya.
5. Ketepatan.
6. Flexibilitas.

Thursday, October 3, 2013

AKAD SALAM FIQH LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH (MUAMALAH)



A.     Pengertian Salam
Menurut Bahasa :  dari kata “As salaf” : pendahuluan karena pemesan barang menyerahkan uangnya di muka.
Menurut Terminologi : Para fuqaha menamainya al mahawi’ij (barang barang mendesak) karena ia sejenis jual beli yang dilakukan mendesak walaupun barang yang diperjualbelikan tidak ada ditempat.
Salam adalah akad jual beli barang pesanan (muslam fiih) dengan pengiriman di kemudian hari oleh penjual (muslam illaihi) dan pelunasannya dilakukan oleh pembeli (al muslam) pada saat akad disepakati sesuai dengan syarat-syarat tertentu
B.     Jenis Akad Salam
·         Salam dapat didefinisikan sebagai transaksi atau akad jual beli dimana barang yang diperjualbelikan belum ada ketika transaksi dilakukan, dan pembeli melakukan pembayaran dimuka sedangkan penyerahan barang baru dilakukan di kemudian hari.
·         Salam paralel, artinya melaksanakan dua transaksi salam yaitu antara pemesanan pembeli dan penjual serta antara penjual dengan pemasok (supplier) atau pihak ketiga lainnya. Hal ini terjadi ketika penjual tidak memilikibarang pesanan dan memesan kepada pihak lain untuk menyediakan barang pesanan tersebut.
Beberapa ulama kontemporer tidak membolehkan transasksi salam parallel terutama jika perdagangan dan transaksi semacam itu dilakukan secara terus-menerus, karena dapat menjurus kepada riba.

C.      Sumber Hukum Akad Salam
1.    Al-Qur’an
                Dalam  (Q.S 2:282) Yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaknya kamu menuliskannya dengan benar….”
               dalam  (Q.S 5:1)Yang artinya:  “Hai orang-orang yang beriman penuhilah akad-akad itu….
2.      Al hadits
               Dalam (HR. Bukhari Muslim)Yang artinya:    “Barang siapa melakukan salam, hendaknay ia melakukannya dengan takaran yang jelas dan timbangan yang jelas pula, untuk jangka waktu yang diketahui.”
             Dalam  (HR. Ibnu Majah) Yang artinya:   “Tiga hal yang didalamnya terdapat keberkahan: jual beli secara tangguh muqaradhah(mudharabah), dan mencampur gandum dengan tepung untuk keperluan rumah, bukan untuk dijual.”

D.     Rukun dan Ketentuan Akad Salam
              Rukun salam ada tiga, yaitu:
1.              Pelaku, terdiri atas penjual(muslim illaihi) dan pembeli(al muslam) : harus cakap hukum dan baligh
2.              Objek akad berupa barang yang akan diserahkan (muslam fiih) dan modal salam (ra’su maalis salam).
3.              Ijab Kabul/serah terima adalah pernyataan dan ekspresi saling ridho diantara pelaku-pelaku akad baik secara verbal, tertulis, melalui korespondensi atau menggunakan cara-cara kmunikasi modern.
Syarat Salam :
1.                     Pembayaran dilakukan di muka pada majelis akad.
2.                     Penjual hutang barang pada si pembeli sesuai dengan kesepakatan.
3.                     Brang yang disalam jelas spesifikasinya baik bentuk, takaran, jumlah, dan sebagainya.

E.      Berakhirnya Akad Salam
              Dari penjelasan diatas, hal-hal yang dpat membatalkan kontrak adalah:
1.                Barang yang dipesan tidak ada pada waktu yang ditentukan.
2.                Barang yang dikirim cacat atau tidak sesuai dengan yang disepakati dalam akad.
3.                Barang yang dikirim kualitasnya lebih rendah, dan pembeli memilih untuk menolak atau membatalkan akad.
Pembeli (biasanya) mendapatkan keuntungan berupa:
1.                   Jaminan untuk mendapatkan barang sesuai dengan yangia butuhkan dan pada waktu yang ia inginkan.
2.                   Sebagaimana ia juga mendapatkan barang dengan hargayang lebih murah bila dibandingkan dengan pembelianpada saat ia membutuhkan kepada barang tersebut.Sedangkan penjual juga mendapatkan keuntungan yangtidak kalah besar dibanding pembeli, diantaranya:
3.                   Penjual mendapatkan modal untuk menjalankan usahanyadengan cara-cara yang halal, sehingga ia dapat menjalankan dan mengembangkan usahanya tanpa harus membayar bunga. Dengan demikian selama belum jatuh tempo, penjual dapat menggunakan uang pembayaran tersebut untuk menjalankan usahanya dan mencari keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa ada kewajibanapapun.
4.                   Penjual memiliki keleluasaan dalam memenuhipermintaan pembeli, karena biasanya tenggang waktu antara transaksi dan penyerahan barang pesanan berjarak cukup lama.

F.      Contoh akad salam:
dalam pelakasanaanya dapat kita cermati berikut ini  :
klu kata dosen aku tadi sih,,,
salam itu akad jual beli yang sudah ada barangnya tapi tidak akan diberikan kepada pembeli sebelum pembeli tadi melunasinya (artinya harus ada DPnya dulu).
misalkan :
sarah punya sawah yang akan panen kemudian sarah punya temen namanya jiyah, jiyah punya usaha dibidang kuliner. karena takut pada musim liburan mendatang usahanya akan macet karena beras yang masuk tersendat karena petani mengalami gagal panen, jiyah memesan beras kepada sarah sebesar 10 kwintal dengan harga 8500 perKGnya. kemudian sesuai dengan akad jiyah harus membayar uangnya terlebih dahulu (sesuai kesepakatan) dan setelah sarah panen beras hasil panen sarah akan diberikan pada jiyah.
dengan catatan harus adanya perhitungan kembali, jadi ketika sarah panen tidak semua hasil yang diperolehnya diberikan kepada jiyah (sistem ijon) tapi ketika lebih merupakan kekayaan dari sarah dan ketika kurang merupakan tanggung jawab sarah sebagai supplier.


Sunday, September 29, 2013

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI



bab i
pendahuluan


1.1.Latar Belakang
            Sistem Informasi adalah sekumpulan elemen (orang, data, prosedur dan sistem pemroses data dan informasi) yang bekerja sama untuk menghasilkan informasi yang berguna, relevan, tepat waktu, akurat, lengkap dan memenuhi bakuan tertentu [Turban, 1996]. Sistem informasi diartikan sebagai sekumpulan elemen yang dipadukan dengan maksud mengidentifikasikan informasi apa yang dibutuhkan dan memastikan bahwa strategi sistem informasi tersebut selaras dengan strategi bisnis. Sistem Informasi mempunyai peran yang sangat penting dalam organisasi yaitu untuk mendukung strategi bersaing bisnis sehingga keuntungan bersaing dapat diraih. Penggunaan teknologi informasi dalam suatu organisasi diharapkan dapat meningkatkan produktifitas, mempercepat proses dan memberikan dukungan informasi kepada pihak manajemen untuk pengambilan keputusan.
Dalam menjalankan tugasnya , para manajer memerlukan informasi, karena adanya perbedaan tugas maka informasi yang diperlukan juga akan berbeda. Perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya periode waktu, tingkat ketidakpastian, tipe informasi, dasar kebutuhan informasi dan bentuk pelaporan. Sehingga dapat dikategorikan bahwa informasi adalah salah satu jenis sumberdaya utama, dan termasuk dalam kategori sumberdaya konseptual.
            Sistem informasi dalam manajemen memiliki banyak sekali mmacamnya, Salah satunya yang akan dibahas yaitu sistem informasi akuntansi.

1.2.Rumusan masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan sistem?
2.      Apa hubungannya SIA dan SIM ?
3.      Bagaimana cara untuk meningkatkan nilai SIA?
4.      Sebutkan komponen dari SIA?


BAB II
PEMABAHASAN


1.1.Definisi SISTEM
Ø  Sistem adalah Sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan.
Ø  Sistem adalah Sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya dibuat untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.
Pengertian sistem secara umum:
u Setiap sistem terdiri dari unsur-2
u Unsur-2 tersebut merupakan bagian yang terpadu sistem yang bersangkutan
u Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem
u Suatu sistim merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar
Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
  • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
  • Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
  • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
·         Mengumpulkan dan menyimpan data dari semua aktivitas dan transaksi perusahaan
·         Memproses data menjadi informasi yang berguna pihak manajemen.
·         Memanajemen data-data yang ada kedalam kelompok-kelompok yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.
·          Mengendalikan kontrol data yang cukup sehingga aset dari suatu organisasi atau perusahaan terjaga.
1.2.Elemen sistem :
Tidak semua sistem memiliki kombinasi elemen yang sama, tapi suatu susunan dasar adalah :Input, Transformasi, Output, Mekanisme Kontrol, Tujuan.
Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
SIA terdiri dari 3 subsistem:
  • Sistem pemrosesan transaksi
mendukung proses operasi bisnis harian.
  • Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
  • Sistem Penutupan dan pembalikan. Merupakan pembalikan dan penutupan dari laporan yang dibuat dengan jurnal pembalik dan jurnal penutup
menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.

1.3.Jenis Sistem :
Sistem Lingkaran Terbuka à sistem yang tidak mempunyai elemen mekanisme kontrol, dan tujuan.
Sistem Lingkaran Tertutup à sistem yang disertai oleh adanya elemen mekanisme kontrol dan tujuan.

1.4.Sifat Sistem :
1.         Sistem terbuka : Sistem yang dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumberdaya.
2.         Sistem Tertutup : Sistem yang sama sekali tidak berhubungan dengan lingkungannya.
Sistem Fisik : sistem yang terdiri dari sejumlah sumber daya fisik
Sistem Konseptual : sistem yang menggunakan sumberdaya konseptual (data dan informasi) untuk mewakili suatu sistem fisik.

1.5.Definisi sistem informasi akuntansi:
·         Suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern.
·         Organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasikan sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan
·         Sistem Suatu struktur terpadu berupa sumber fisik dan komponen lainnya untuk mengubah data menjadi informasi akuntansi, dengan tujuan memberikan informasi yang berguna bagi berbagai pemakai.

1.6.Unsur Suatu Sistem Akuntansi Yaitu:
·         Formulir Merupakan dokumen yg digunakan unt merekam terjadinya transaksi
·         catatan yang terdiri dari jurnal Merupakan catatan akuntansi pertama yang digunakan unt mencatat, mengklasifikasikan dan meringkas data keuangan dan data lainnya
·         buku besar terdiri dari rekening-2 yg digunakan unt meringkas data keuangan yg dicatat sebelumnya dlm jurnal
·         buku pembantu terdiri dari rekening-2 pembantu yg merinci data keuangan yg tercantum dlm rekening tertentu dlm buku besar
·         Laporan Merupakan hasil akhir proses akuntansi, yang berisi informasi yg mrpkn keluaran sistim akuntansi.

1.7.Karakteristik SIA yang membedakannya dengan subsistem CBIS lainnya :

1.            SIA melakasanakan tugas yang diperlukan
2.            Berpegang pada prosedur yang relatif standar
3.            Menangani data rinci
4.            Berfokus historis
5.            Menyediakan informasi pemecahan minimal


1.8.Perbedaan SIA Dan SIM :
·         SIA mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi keuangan sedang
·         SIM mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan semua tipe informasi

1.9.Komponen Utama Sistem Informasi
Blok Keluaran (output blok ),
u Berupa informasi yg bermutu dan dokumen unt semua tingkat mnj dan semua pemakai informasi baik intern maupun ekstern. Keluaran ini mrpk faktor utama yg menentukan blok-2 lain dlm suatu sistem informasi, jika keluaran tdk sesuai dg kebutuhan pemakai infrmsi, perancangan blok masukan, model, teknologi, basis data dan pengendalian tdk ada manfaatnya
Blok Basis data,
u Merupakan tempat unt menyimpan data yg digunakan unt melayani kebutuhan pemakai informasi
Blok Pengendalian,
u Unt melindungi semua sistem informasi dari bencana dan ancaman, spt bencana alam , api,kecurangan ,kegagalan sistem, kesalahan dan penggelapan ,penyadapan , ketidak efisienan, sabotase, kejahatan
Ø  Komponen sistem informasi akuntansi pada perusahaan manufacture:
u Sistem Akuntansi pokok Merupakan organisasi formulir,catatan dan laporan
u Sistem Akuntansi Piutang Dirancang unt mencatat transaksi terjadinya dan berkurangnya piutang.
Ø  Sistem akuntansi terjadinya piutang terdiri dari jaringan prosedur sbb:
Prosedur order penjualan
Prosedur persetujuan kredit
Prosedur pengiriman barang
Prosedur penagihan
Prosedur pencatatan bertambahnya piutang
Prosedur distribusi penjualan
Ø  Sistem akuntansi berkurangnya  piutang terdiri dari jaringan prosedur sbb:
Penerimaan kas yang dibahas dlm sistem akuntansi kas
retur penjualan
Ø  Sistem Akuntansi untuk Retur Penjualan terdiri dari jaringan prosedur sbb:
Prosedur penerimaan retur penjualan
Prosedur pembuatan memo kredit
Prosedur penerimaan barang
Prosedur pencatatan retur penjualan
Prosedur pencatatan berkurangnya piutang
Prosedur distribusi penjualan
Sistem akuntansi utang,
  • Dirancang untuk mencatat transaksi terjadinya utang karena transaksi pembelian kredit dan berkurangnya utang karena transaksi retur pembelian dan pelunasan utang. Transaksi pelunasan utang dikelompokkan dlm sistem akuntansi kas.
Ø  Sistem akuntansi terjadinya utang terdiri dari jaringan prosedur sbb:
Prosedur permintaan pembelian
Prosedur permintaan penawaran harga dan pemilihan pemasok
Prosedur order pembelian
Prosedur penerimaan barang
Prosedur pencatatan bertambahnya utang
Prosedur distribusi pembelian
Ø  Sistem akuntansi unt mencatat berkurangnya utang karena retur pembelian terdiri dari jaringan prosedur sbb:
Prosedur pembuatan memo debit
Prosedur pengiriman barang
Prosedur pencatatan berkurangnya utang
Prosedur distribusi pembelian
Sistem akuntansi penggajian &pengupahan,
u Dirancang unt menangani transaksi perhitungan gaji dan upah karyawan dan pembayarannya.
Ø  Sistem ini terdiri dari jaringan prosedur sbb:
Prosedur pencatatan waktu hadir dan waktu kerja
Prosedur pembuatan daftar gaji dan upah
Prosedur pembayaran gaji dan upah
Prosedur distribusi biaya gaji dan upah
Sistem Akuntansi Biaya
u dirancang unt menangani pengendalian produksi dan biaya
Ø  Sistem ini terdiri dari jaringan prosedur sbb :
Prosedur order produksi
Prosedur pengumpulan biaya produksi dan nonproduksi
Sistem akuntansi kas
u Dirancang unt menangani transaksi penerimaan dan pengeluaran kas.
Ø  Yang terdiri dari jaringan prosedur sbb:
Prosedur penerimaan kas
Prosedur pengeluaran kas
Prosedur dana kas kecil
Sistem Akuntansi Persediaan
u Dirancang untuk menangani transaksi yg bersangkutan dg mutasi persd yg disimpan di gudang.
Ø  Yang terdiri dari jaringan prosedur sbb:
Prosedur pencatatan harga pokok produk jadi
Prosedur pencatatan harga pokok produk yang dijual
Prosedur pencatatan harga pokok produk yang dikembalikan oleh pembeli
Prosedur pencatatan harga pokok produk dalam proses
Prosedur pencatatan harga pokok persediaan yang dibeli
Prosedur pencatatan harga pokok persediaan yang dikembalikan ke pemasok
Prosedur permintaan dan pengeluaran barang gudang
Prosedur pencatatan harga pokok persediaan yang dikembalikan ke gudang
Prosedur penghitungan fisik persedian
Sistem Akuntansi Aktiva Tetap,
u Dirancang unt menangani transaksi yang bersangkutan dengan mutasi aktiva tetap.
Ø  Sistem ini terdiri dari jaringan prosedur sbb;
Prosedur pengadaan aktiva tetap
Prosedur penggantian pemakaian aktiva tetap
Prosedur depresiasi aktiva tetap
Prosedur penempatan aktiva tetap

1.10.      Tujuan Umum Pengembangan Sistem Akuntansi:
u Menyediakan informasi bagi pengelolaan usaha baru,
u Memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada,
u Memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern ,
u Mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi
Ada beberapa contoh sistem akuntansi yg digunakan diantaranya :
u Sistem Pembayaran melalui Perbankan yg mengembalikan cancelled check kpd pembuat cek,
u Sistem penjualan polis
u Sistem penjualan Over the counter Sale,
u Sistem Penjualan – COD Sale ( cash on delivery sale )
Sebuah SIA menambah nilai dengan cara:
  • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
  • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
  • Meningkatkan efisiensi
  • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
  • Meningkatkan sharing knowledge
  • menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
Contoh SIA sebagai pusat informasi perusahaan :
Bagian pemasaran mempertimbangkan untuk memperkenalkan jenis produk baru dalam jajaran produksi perusahaan, untuk itu bagian tersebut meminta laporan analisa perkiraan keuntungan yang dapat diperoleh dari usulan produk baru tersebut
            Bagian SIA memproyeksikan perkiraan biaya dan perkiraan pendapatan yang berhubungan dengan produk tersebut, kemudian data yang diperoleh diproses oleh EDP. Setelah diproses hasilnya dikembalikan ke bagian SIA untuk kemudian diberikan ke bagian pemasaran.
            Selanjutnya kedua bagian akan merundingkan hasil analisa tersebut untuk dicari keputusan yang sesuai.
Dari contoh diatas dapat ditemukan 2 aspek yang berhubungan dengan sistem bisnis modern yaitu :
1.            Pentingnya komunikasi antar departemen/subsystem yang mengarah untuk tercapainya suatu keputusan.
2.            Peranan SIA dalam menghasilkan informasi yang dapat membantu departemen lainnya untuk mengambil keputusan.

Informasi Akuntansi yang dihasilkan oleh SIA dibedakan menjadi 2, yaitu :
-           informasi akuntansi keuangan, Informasi yang berbentuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak extern.
-           Informasi Akuntansi Manajemen, informasi yang berguna bagi manajemen dalam pengambilan keputusan.

Didalam Akuntansi Manajemen terdapat dua komponen yang digunakan bagi perencanaan dan pengendalian perusahaan, yaitu :
1.         Sistem Akuntansi Biaya
2.         Sistem Budgeting

Sistem Akuntansi Biaya
à        Digunakan untuk membantu manajemen dalam perencanaan dan pengawasan dari aktivitas pengadaan, proses distribusi dan penjualan
Budgeting
à    adalah proyeksi keuangan perusahaan untuk masa depan yang bermanfaat untuk menolong manajer dalam perencanaan dan pengawasan

Unsur-unsur yang dapat mempengaruhi penerapan SIA dalam perusahaan :
1.         Analisa Perilaku
2.         Metode kuantitatif
3.         Komputer

1.11.      Analisa Perilaku
Setiap sistem yang tertuangkan dalam kertas tidak akan efektif dalam penerapannya kecuali seorang akuntan dapat mengetahui kebutuhan akan orang-orang yang terlibat dalam sistem tersebut.
Akuntan tidak harus menjadi seorang psikolog, tapi cukup untuk mengerti bagaimana memotivasi orang-orang untuk mengarah kepada kinerja perusahaan yang positif.
Selain itu juga seorang akuntan harus menyadari bahwa setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda-beda dalam menerima suatu informasi, sehingga informasi yang akan diberikan dapat didesain dan dikomunikasikan sesuai dengan perilaku (behavior) para pengambil keputusan.

1.12.      Metode Kuantitatif
Dalam menyusun informasi, seorang akuntan harus menggunakan metode ini untuk meningkatkan efektifitas dan nilai dari informasi tersebut.

1.13.      Komputer
Pada beberapa perusahaan, komputer telah digunakan untuk menggantikan pekerjaan rutin seorang akuntan, sehingga memberikan waktu yang lebih banyak kepada akuntan untuk dapat terlibat dalam proses pengambilan keputusan.



BAB III
PENUTUP

3.1  Simpulan
Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwsanya Sistem adalah Sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya dibuat untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi. Adapun telah dipaparkan sedikit tentang fungsi dari SIA sendiri yiatu diantaranya, Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi, Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan, Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi, Mengumpulkan dan menyimpan data dari semua aktivitas dan transaksi perusahaan. Setelah itu dapat ditarik kesimpulan bahwa SIA adalah Suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern. Serta dapat juga disimpulkan bahwa sebenarnya SIM dan SIA itu tidak sama tapi diantara mereka memiliki hubungan, antara lain: SIA mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi keuangan sedang SIM mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan semua tipe informasi

3.2  Saran
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya dan semoga makalah ini dapat menyelesaikan masalah yang sedang kalian cari jalan keluranya. Saran dan kritik akan selalu saya terima. Untuk itu terima kasih dan terus belajar dan jangan sampai bosan, pesan dari saya. Jika dalam tulisan makalah saya ini ada kekeliruan, saya mohon maaf karena kesempurnaan hanya miliki Allah semata.